Awalnya, memasuki
komunitas ini bukanlah hal yang saya niatkan sejak awal. Saya hanya perempuan
biasa yang belum paham benar tentang agama yang saya anut ini. Sholat dan puasa
saya kira cukup untuk memenuhi kewajiban saya sebagai penganut agama islam. Namun
semakin lama, rasa penasaran akan hal-hal tentang agama ini yang belum saya
tahu membuat saya malu sebagai umat muslim. Saya muslim tapi tidak mengenal
agama saya sepenuhnya. Saya marah ketika ada orang yang menjelekkan agama ini,
tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Mau membela pun bagaimana, saya tidak
paham benar dengan ilmunya. Saya tidak ingin hanya menjadi orang-orang yang
berkicau banyak namun kosong isinya. Saat itu saya, gadis berusia 12 tahun
dengan rasa ingin tahu sekaligus penasaran dengan orang-orang dalam komunitas
ini memutuskan untuk ikut bergabung bersama mereka. Sebatas untuk tahu apa yang
sebenarnya mereka kerjakan. Sekali saya
merasakan berkumpul bersama mereka dalam suatu liqa. Belum ada keterikatan
hati, namun saya sudah merasakan kenyamanan disini. Sayangnya, semua itu
berjalan hanya sebentar. Saya yang masih labil dan masih terpengaruh
teman-teman saya yang hampir semuanya bukan bagian dari komunitas ini akhirnya
tidak melanjutkan liqa lagi. saya menjalani kehidupan saya yang biasa-biasa
saja dengan ruh yang semakin kering. Beruntung saya memiliki teman baik yang
bergabung dengan komunitas ini, saya belajar banyak dari dia. Saya tahu banyak
tentang komunitas ini dari dia. Walaupun saya tidak bergabung lagi dengan
komunitas ini karena malu. Rasa malu yang membuat saya menyesal hingga saat
ini. Lulus SMP saya memutuskan untuk memakai jilbab. Dorongan yang begitu kuat
dari dalam diri saya sejak saya mengetahui ayat dalam Al-Qur’an yang mewajibkan
setiap perempuan yang sudah baligh untuk menutup seluruh auratnya sesuai dengan
aturan dalam Al-qur’an. saya takut mati dalam keadaan belum berhijab. Alasan
apa yang akan saya berikan diakhirat kelak? Sementara saat itu mulut dikunci
rapat-rapat.
Masuk SMA, saya
bertekad untuk bergabung lagi dengan komunitas ini. Dengan perasaan yang
diyakin-yakinkan. Karena saat itu saya merasa komunitas ini adalah untuk
orang-orang yang sudah paham agama. Terlebih perasaan minder dengan sebutan
orang tentang saya. Saya yang dulunya ‘jahiliyah’ sekarang memilih memasuki
komunitas yang isinya orang-orang alim semua katanya. Saya buang jauh-jauh
perasaan itu. saat itu saya berencana tidak ingin tercebur terlalu dalam di
komnitas ini, hanya ingin menjadi anggota biasa saja. Namun takdir berkata
lain, Allah memberikan nikmat yang begitu besar terhadap saya. saya
dipertemukan dengan teman-teman seperjuangan yang begitu hebatnya. Kami
sama-sama orang yang ingin tahu tentang komunitas ini. Kami sama-sama orang
yang ingin tahu lebih dalam tentang agama kami ini. saya bukan hanya tercebur
terlalu dalam disini, tapi saya sudah menjadi ikan yang berenang riang dalam
air ini, yang tanpanya saya bukan hanya kehausan tapi bahkan bisa mati
kekeringan. Di komunitas ini saya memiliki mereka. Mereka yang mendekatkan saya
kepada Allah SWT. Mereka yang membuat
saya tahu siapa saya, membuat saya tahu arti persahabatan sesungguhnya.
Mereka yang ada bukan hanya ketika senang melanda, tapi sanggup menopang diri
saya ketika jatuh. Siap mengulurkan tangannya saat saya butuh bantuan untuk berdiri
lebih tegak. mereka yang membuat saya berani bermimpi besar. Mereka,
sahabat-sahabat seperjuangan saya di jalan ini. dikomunitas ini. ROHIS.
Kini, kami sudah
lulus SMA. Mimpi yang kamii rajut dibawah atap masjid sekolah kami. Masjid
shirotul huda, sudah mengantarkan kami ke gerbang kami masing-masing. Meski
kami harus merasakan sakitnya perpisahan. Raga kami kini terpisah jarak ratusan
bahkan ribuan kilometer. tapi ketahuilah , jiwa kami tetap bersatu dalam ikatan
tali ukhuwah dan untaian doa dalam sujud-sujud panjang kami. Ketahuilah, kalian
akan selalu ada dalam doa-doaku, dalam ruang rindu yang tak terkira ini. semoga
Allah senantiasa menjaga ukhuwah kita,menjaga iman kita, menjaga diri kita
dimana pun kita berpijak saat ini. semoga kita bisa bertahan dalam kondisi ini,
dimana kita tidak bisa bertatap muka lebih sering seperti dulu, tugas-tugas
sebagai mahasiswa yang pasti lebih berat. Semoga ditempat kita masing-masing,
kita dapat menemukan teman-teman yang baik lainnya walaupun kalian tidak akan
pernah tergantikan sampai kapanpun..
I miss you so
badly, guys....
Uhibbukum
fillah.. :*
Sekarang kalo ada
yang bertanya kenapa saya masuk rohis, dengan bangga akan saya jawab : rohis
adalah bagian dari hidup saya. tanpanya saya bukan apa-apa. Dengan rohis Allah membuat
saya lebih dekat denganNya, membuat hidup saya lebih berarti. Dengan rohis pula
Allah mempertemukan saya dengan mereka. Sahabat-sahabat seperjuangan..

