Entradas populares

Aku rindu kalian....



Awalnya, memasuki komunitas ini bukanlah hal yang saya niatkan sejak awal. Saya hanya perempuan biasa yang belum paham benar tentang agama yang saya anut ini. Sholat dan puasa saya kira cukup untuk memenuhi kewajiban saya sebagai penganut agama islam. Namun semakin lama, rasa penasaran akan hal-hal tentang agama ini yang belum saya tahu membuat saya malu sebagai umat muslim. Saya muslim tapi tidak mengenal agama saya sepenuhnya. Saya marah ketika ada orang yang menjelekkan agama ini, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Mau membela pun bagaimana, saya tidak paham benar dengan ilmunya. Saya tidak ingin hanya menjadi orang-orang yang berkicau banyak namun kosong isinya. Saat itu saya, gadis berusia 12 tahun dengan rasa ingin tahu sekaligus penasaran dengan orang-orang dalam komunitas ini memutuskan untuk ikut bergabung bersama mereka. Sebatas untuk tahu apa yang sebenarnya mereka kerjakan.  Sekali saya merasakan berkumpul bersama mereka dalam suatu liqa. Belum ada keterikatan hati, namun saya sudah merasakan kenyamanan disini. Sayangnya, semua itu berjalan hanya sebentar. Saya yang masih labil dan masih terpengaruh teman-teman saya yang hampir semuanya bukan bagian dari komunitas ini akhirnya tidak melanjutkan liqa lagi. saya menjalani kehidupan saya yang biasa-biasa saja dengan ruh yang semakin kering. Beruntung saya memiliki teman baik yang bergabung dengan komunitas ini, saya belajar banyak dari dia. Saya tahu banyak tentang komunitas ini dari dia. Walaupun saya tidak bergabung lagi dengan komunitas ini karena malu. Rasa malu yang membuat saya menyesal hingga saat ini. Lulus SMP saya memutuskan untuk memakai jilbab. Dorongan yang begitu kuat dari dalam diri saya sejak saya mengetahui ayat dalam Al-Qur’an yang mewajibkan setiap perempuan yang sudah baligh untuk menutup seluruh auratnya sesuai dengan aturan dalam Al-qur’an. saya takut mati dalam keadaan belum berhijab. Alasan apa yang akan saya berikan diakhirat kelak? Sementara saat itu mulut dikunci rapat-rapat.

Masuk SMA, saya bertekad untuk bergabung lagi dengan komunitas ini. Dengan perasaan yang diyakin-yakinkan. Karena saat itu saya merasa komunitas ini adalah untuk orang-orang yang sudah paham agama. Terlebih perasaan minder dengan sebutan orang tentang saya. Saya yang dulunya ‘jahiliyah’ sekarang memilih memasuki komunitas yang isinya orang-orang alim semua katanya. Saya buang jauh-jauh perasaan itu. saat itu saya berencana tidak ingin tercebur terlalu dalam di komnitas ini, hanya ingin menjadi anggota biasa saja. Namun takdir berkata lain, Allah memberikan nikmat yang begitu besar terhadap saya. saya dipertemukan dengan teman-teman seperjuangan yang begitu hebatnya. Kami sama-sama orang yang ingin tahu tentang komunitas ini. Kami sama-sama orang yang ingin tahu lebih dalam tentang agama kami ini. saya bukan hanya tercebur terlalu dalam disini, tapi saya sudah menjadi ikan yang berenang riang dalam air ini, yang tanpanya saya bukan hanya kehausan tapi bahkan bisa mati kekeringan. Di komunitas ini saya memiliki mereka. Mereka yang mendekatkan saya kepada Allah SWT. Mereka yang membuat  saya tahu siapa saya, membuat saya tahu arti persahabatan sesungguhnya. Mereka yang ada bukan hanya ketika senang melanda, tapi sanggup menopang diri saya ketika jatuh. Siap mengulurkan tangannya saat saya butuh bantuan untuk berdiri lebih tegak. mereka yang membuat saya berani bermimpi besar. Mereka, sahabat-sahabat seperjuangan saya di jalan ini. dikomunitas ini. ROHIS.

Kini, kami sudah lulus SMA. Mimpi yang kamii rajut dibawah atap masjid sekolah kami. Masjid shirotul huda, sudah mengantarkan kami ke gerbang kami masing-masing. Meski kami harus merasakan sakitnya perpisahan. Raga kami kini terpisah jarak ratusan bahkan ribuan kilometer. tapi ketahuilah , jiwa kami tetap bersatu dalam ikatan tali ukhuwah dan untaian doa dalam sujud-sujud panjang kami. Ketahuilah, kalian akan selalu ada dalam doa-doaku, dalam ruang rindu yang tak terkira ini. semoga Allah senantiasa menjaga ukhuwah kita,menjaga iman kita, menjaga diri kita dimana pun kita berpijak saat ini. semoga kita bisa bertahan dalam kondisi ini, dimana kita tidak bisa bertatap muka lebih sering seperti dulu, tugas-tugas sebagai mahasiswa yang pasti lebih berat. Semoga ditempat kita masing-masing, kita dapat menemukan teman-teman yang baik lainnya walaupun kalian tidak akan pernah tergantikan sampai kapanpun..
I miss you so badly, guys....
Uhibbukum fillah.. :*
Sekarang kalo ada yang bertanya kenapa saya masuk rohis, dengan bangga akan saya jawab : rohis adalah bagian dari hidup saya. tanpanya saya bukan apa-apa. Dengan rohis Allah membuat saya lebih dekat denganNya, membuat hidup saya lebih berarti. Dengan rohis pula Allah mempertemukan saya dengan mereka. Sahabat-sahabat seperjuangan..

Berada dalam fase baru

sejak dilahirkan didunia ini, kita sebenarnya sudah melewati apa itu yang disebut fase.
menangis => fase pertama awal kehidupan
ada yang menarik jika kita mau menelusuri apa yang kita alami dalam hidup ini. kita dilahirkan ke dunia ini dengan tangis yang menandakan bahwa kita hidup. lalu melewati fase selanjutnya, fase merangkak, berjalan, berlari. pernahkan kalian menyadari bahwa dalam setiap awal kita menapaki fase-fase tersebut selalu ada tangis didalamnya. ada rasa sakit. kita seorang bayi yang baru bisa merangkak, tubuh kita biarkan tergesek dengan bumi langsung, pindah dari satu tempat ke tempat lain, tidak peduli apa yang akan kita lalui nanti, tiba-tiba kita jatuh. menangis. selanjutnya kita melalui fase berjalan. kaki-kaki yang masih lemah, berusaha untuk berdiri. lalu terjatuh lagi. berdiri lagi. dan seterusnya. begitupun ketika kita lanjut ke fase berlari. akan banyak saat dimana kita sering sekali jatuh. apakah bayi tersebut lantas langsung menyerah? memilih berhenti karena tidak sanggup untuk jatuh lagi. tidak. tidak ada bayi yang lantas langsung menyerah. mereka, kita yang saat itu masih bayi tidak pernah mengenal kata menyerah. seberapapun rasa sakit yang kita lalui. sebanyak apapun kita menangis. kita tidak pernah berhenti. karena dengan berhenti, kehidupan kita seutuhnya pun ikut berhenti.

sama seperti saat ini. apapun fase yang sedang kita lalui. akan banyak kita temui kata jatuh, tangis, rasa sakit, tapi itulah tanda bahwa kita masih "hidup", kita masih menjadi manusia yang merindukan kehidupan lebih baik. berpikirlah layaknya seorang bayi dalam menghadapi masalah. tidak pernah menyerah, selalu yakin bahwa kehidupan yang lebih baik ada didepan sana. bahwa dengan melewati fase ini kita memiliki suatu "keahlian" baru. Allah tidak pernah memberikan cobaan kepada hambaNya diluar batas kemampuannya.

Buscar

 
December Second Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger