Bumi Allah, waktu yang diridhai-Nya
Assalamu’alaikum..
Apa kabar
saudaraku? Bagaimana ibadahmu hari ini? Masihkah kau hanyut di kerinduan
terhadapNya dalam sholatmu? Masihkah mulutmu basah dengan dzikir untukNya?
Masihkah hatimu meletakkan cinta untukNya diatas cinta yang lain? Semoga Allah
selalu meridhai ana dan antumna sekalian. Aamiin..
Saudaraku,
ingin rasanya ana berbincang langsung dengan kalian. Membicarakan
rencana-rencana dakwah kita untuk bumi ini. Larut dalam aksi dan keletihan yang
tak terasa ketika kita bersama. Dan tangis yang membawa ketenangan dalam diri
ini. Tapi jarak dan waktu tak memungkinkan itu terjadi pada sebagian dari kita,
sehingga ana dan antumna yang terpisahkan pulau bahkan benua harus berjuang
ditempat masing-masing. Dan ana hanya mampu menuliskannya dalam surat sederhana
ini yang mungkin tak menarik untuk dibaca.
Saudaraku,
miris hati ini ketika melihat sebagian dari kaum muda kita asing dengan
agamanya, Islam. Bahkan mereka berkiblat bukan pada Rasulullah sebaik-baiknya
teladan justru pada budaya barat yang memerosotkan moral dan pemikiran mereka.
Tapi ana bangga, ketika sebagian kaum muda ramai dengan trend-trend yang mereka
ikuti kalian tetap pada pendirian kalian untuk menegakkan kalimatullah dan
sunnah Rasulullah saw, meski cercaan, sindiran bakhan hinaan tak henti-hentinya
kalian dapatkan. Tetaplah berpegang teguh pada agama ini saudaraku..
Saudaraku,
adakalanya kita letih dalam menapaki jalan ini. Putus asa karena batu yang kita
hadapi terlalu besar dan kuat untuk dipecahkkan. Bahkan bosan menjalani hari
yang tak ‘senikmat’ mereka diluar sana sehingga kita menjadi futur. Itu wajar
saudaraku, karena kita adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan
dosa. Tapi jangan jadikan kewajaran ini menjadi senjata yang memakan dirimu
sendiri, melemahkan iman yang telah kau rajut indah dalam hatimu. jangan
biarkan syaitan memenangkan hati kita! Ketika itu terjadi saudaraku, mintalah
pertolongan pada Allah, karena hanya kepadaNya lah kita mohon pertolongan.
Saudaraku
yang dirahmati Allah, ana ingin antumna selalu mengingat ini. ketika antum tak
kuat menahan hinaan yang antum terima dari orang-orang diluar sana, ingatlah
ketika nabi Muhammad saw diludahi oleh para kaum musyrikin bahkan beliau
dikatakan gila, Beliau tetap sabar dan tidak membalas perbuatan mereka, padahal
jika beliau mau, seluruh malaikatpun akan membantunya memusnahkan mereka. Dan
karena sikapnya lah banyak dari mereka yang akhirnya memeluk islam. Ketika kalian
merasa tak sanggup meruntuhkan benteng kemaksiatan dihadapan kalian, ingatlah
bagaimana Muhammad Al Fatih mampu membebaskan Konstantinopel, meruntuhkan
benteng terkuat di dunia yang selama 800 tahun tak mampu dikalahkan kaum
muslimin. Beliau adalah sebaik-baik pemimpin dan tentaranya adalah sebaik-baik
tentara. Sehingga beliau mampu mengislamkan kota itu. Ketika antum merasa ragu
dengan ajaran yang dibawa Rasulullah, kalau itu masih dalam jalur yang benar,
percayalah sebagaimana Khadijah mempercayai Muhammad saw ketika tidak ada orang
lain yang mempercayainya. Jadilah orang secerdas ‘Aisyah binti Abu Bakar agar
antum tidak dibodohi dan disesatkan oleh para pendakwah palsu. Jadilah orang
seberani Nasibah binti Ka’ab, yang ikut dalam perang dan menjadi perisai
Rasulullah saat yang lain berlarian menyelamatkan diri dalam perang.
Saudaraku,
masih banyak yang ingin ana katakan untuk kalian. Agar kita dapat saling
mengingatkan dalam kebaikan dan mencengah kemungkaran. Tapi sebatas inilah yang
ana mampu tuliskan. Ana minta maaf jika banyak kesalahan dalam surat ini. Pesan
terakhir ana untuk antum sekalian, Jadikan Allah satu-satunya sandaranmu ketika
kau jatuh. Ingatlah Allah dalam setiap hembusan napasmu. Ketika kau merasa
takut, percayalah bahwa Allah lebih dekat daripada urat nadi kita. Ana uhibbukum fillah..
Salam cinta
^_^
Saudaramu
Saudaramu
![]() |
| Add capti |




0 komentar:
Posting Komentar